<p><strong>DALUNG (26/01/2026) </strong>– Kegiatan Bank Sampah pada Minggu (11/1) yang bertempat di Balai Banjar Bhineka Nusa Kauh sukses digelar dengan penuh antusias dari para warga. Kegiatan ini turut dihadiri oleh para petugas bank sampah, Bali Wastu, dan juga para warga yang ingin menjual sampah daur ulang mereka. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai salah satu solusi dari permasalahan sampah anorganik dan daur ulang agar tidak menimbun di lingkungan.</p> <p> </p> <p>Bank sampah adalah sebuah sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas yang mengumpulkan, memilah, dan mengolah sampah anorganik kering bernilai ekonomis. Layaknya seperti sebuah bank, pada bank sampah ini juga masyarakat dapat menabung dan mendapatkan uang dari hasil menjual sampah anorganik mereka. Selain itu, bank sampah ini juga bisa digunakan untuk edukasi lingkungan dan sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat.</p> <p> </p> <p>Kegiatan ini dilaksanakan pada sore hari. Para warga biasanya akan datang sembari membawa sampah anorganik yang ingin mereka jual. Sampah-sampah ini akan dikelompokkan terlebih dahulu berdasarkan bentuk dan tipenya. Setelah itu baru akan ditimbang dan dicatat berat dari sampah tersebut. Para warga akan memberikan buku Tabungan bank sampah mereka ke petugas, yang kemudian para petugas akan mencatat hasil penjualan sampah mereka di buku tersebut.</p> <p> </p> <p>Bapak Agus, salah satu warga yang turut menjual sampahnya pada kegiatan ini turut membagikan kesannya. Ia menyampaikan bahwa dirinya sangat tertolong dengan adanya kegiatan ini, karena awalnya ia bingung dan tidak tahu harus dibawa kemana sampah anorganiknya. <em><strong>“Awalnya saya bingung mau dibawa kemana sampahnya, karena ini kan sampah daur ulang, untungnya ada bank sampah di banjar, jadi saya merasa sangat terbantu,”</strong></em> ungkapnya.</p> <p> </p> <p>Ibu Ni Wayan Citra Dewi sebagai salah satu petugas bank sampah menambahkan bahwa pada kegiatan ini, ada banyak warga yang datang membawa sampah anorganik mereka untuk dijual. Bahkan ada yang sampai membawa 2 kantong sampah yang berisikan sampah anorganik. <em><strong>“Warga sangat antusias dan menantikan kegiatan ini, karena selain menghasilkan uang, kegiatan ini juga dapat menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan sekitar,” </strong></em>tutupnya.</p> <p> </p> <p><strong>(KIMDLG-019).</strong></p>
Bank Sampah di Bhineka Nusa Kauh Dalung Hadir sebagai Solusi dari Permasalahan Sampah
26 Jan 2026